Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Artikel Kesehatan SehatQ: Direktori Penyakit Punggung Panas dan Penyebabnya

Pada umumnya, setiap penyakit itu memiliki riwayat penyembuhan dan juga penyebabnya masing – masing. Sesuai dengan artikel kesehatan SehatQ, seperti pada penyakit punggung panas misalnya. Ada beberapa alasan dan juga penyebab, mengapa seseorang seringkali mengalami hal tersebut.

Apa Itu Penyakit Punggung Panas?

penyakit punggung panas seringkali muncul secara tiba – tiba tanpa adanya alasan yang jelas. Tentu saja menjadikan si penderita merasa tidak nyaman. Apalagi biasanya penyakit ini dibarengi dengan gejala lain, mulai dari kesemutan, nyeri, gatal sampai dengan gejala mati rasa.

Punggung Panas

Biasanya di dalam banyak kasus yang beredar luas, penyakit punggung panas ini bisa saja terjadi pada seseorang ketika mereka mempunyai masalah kulit. misalnya saja seperti iritasi kulit sampai dengan mengalami luka bakar. Bahkan adanya masalah syaraf di punggung yang jadi penyebabnya.

Sebagian besar penyakit punggung panas ini biasanya dapat diobati, bahkan juga bisa menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika merasakan rasa yang tidak nyaman karenanya. Apalagi bisa mengganggu aktivitas sehari – hari. Hal tersebut memerlukan pertolongan medis segera.

Beberapa Penyebab Penyakit Punggung Panas

Seperti yang telah Anda ketahui, bahwa penyakit punggung panas ini memiliki penyebab yang harus diketahui dulu sebelum mengobatinya. Jikalau memang dirasa mengganggu aktivitas sehari – hari, jika tidak maka tidak perlu mengobatinya. Dikarenakan penyakit ini juga bisa hilang sendiri.

1.   Radikulopati

Salah satu penyebab dari munculnya penyakit punggung panas, yaitu radikulopati. Penyebab satu ini merupakan nyeri yang diakibatkan oleh pembengkakan rusaknya dari syaraf di tulang belakang. Pada umumnya, radiculopathy  ini bisa menyebabkan nyeri di beberapa bagian punggung si penderita.

Biasanya akibat dari radiculopathy ini penyebabnya cukup spesifik dan juga konsisten. Seringkali dapat menyebabkan nyeri pada punggung secara berlebihan. Bahkan parahnya lagi dapat menimbulkan sensasi seperti rasa terbakar di punggung yang terus menjalar.

2.   Fibromyalgia

Selain itu, ada penyebab lain yang perlu Anda ketahui dari penyakit punggung panas. Fibromyalgia merupakan gangguan otak serta pada sistem saraf pusat. Hal tersebut biasanya mampu menjadikan si penderita salah dalam menafsirkan sinyal. Itulah mengapa rasa nyerinya semakin kuat terasa.

Kondisi semacam ini bisa menyebabkan rasa sakit yang berlebih pada beberapa bagian tubuh si penderita. Termasuk pada punggung, rasa sakit yang mucul ini biasanya selalu bersamaan dengan munculnya sensasi rasa yang panas atau bahkan perasaan yang seperti sedang terbakar.

3.   Saraf yang Terjepit atau HNP

Kemungkinan lain dari penyebab munculnya penyakit punggung panas, yaitu saraf yang terjepit atau biasanya dalam dunia medis menyebutnya HNP atau Hernia Nukleus Pulposus. Penyebab ini merupakan suatu kondisi di mana terjadinya selaput piringan yang mengalami robek.

Piringan ini biasanya memiliki fungsi sebagai bantalan pelindung serta bentuk pertahanan dari tulang belakang. Jika mengalami penyakit punggung panas, maka bantalan ruas tulang belakangnya bisa bergeser serta menekan bagian saraf tulang belakang. Itulah mengapa ada sensasi seperti dijepit.

4.   Terbakar Oleh Sinar Matahari

Penyebab atau kemungkinan lain yang menyebabkan penyakit punggung panas muncul, yaitu karena terbakar oleh sinar matahari atau disebut dengan sunburn. Mengingat kulit bagian punggung atau bahkan pundak, termasuk bagian yang mudah sekali terbakar oleh sinar UV.

Jikalau tidak ditutupi atau melindunginya dengan tabir surya, maka kulit akan terasa seperti terbakar ketika disentuh. Itulah mengapa sangat penting menggunakan produk pelindung kulit dari paparan sinar matahari. Apalagi mencegah kulit memerah / mengelupas.

Itulah beberapa penjelasan secara singkat dan juga informatif, mengenai artikel kesehatan yang membahas tentang direktori penyakit punggung panas. Jika Anda mengalaminya, segera tindak lanjuti dengan pihak kedokteran jikalau rasanya mengganggu aktivitas sehari – hari.