3 Sebab Mengapa Sepeda Motor Tidak Menggunakan Mesin Diesel

Pabrikan motor Royal Enfield pernah membuat kejutan saat merilis motor bermesin diesel bernama Taurus pada 1980-an. Motor ini sempat menjadi primadona sebelum disuntik mati pada tahun 2000. Royal Enfield Taurus ini cukup fenomenal karena bisa melaju hingga 85 kilometer hanya dengan satu liter solar. Iritnya memang kebangetan. Namun motor ini tak mampu bersaing di pasar. Salah satu alasannya karena mesinnya diesel.
3 Sebab Mengapa Sepeda Motor Tidak Menggunakan Mesin Diesel
Saat ini sangat sedikit sekali, kalau tak bisa dibilang tak ada, pabrikan yang memproduksi motor bermesin diesel. Mereka lebih suka membuat motor-motor bermesin bensin meski mesin diesel jauh lebih irit. Nah, berikut alasan kenapa sepeda motor tak lagi menggunakan mesin diesel.

1. Mesin diesel tak sebanding dengan penggunaan harian

Kepala Bengkel Diler Honda Nusantara Surya Sakti (NSS) Samarinda, May Wijayanto, mengatakan punahnya motor bermesin diesel antara lain karena ongkos produksinya yang tinggi. Hal ini berimbas pada tingginya harga jual motor tersebut.

Karena struktur mesin kompleks dan berkekuatan tinggi, harga yang ditawarkan juga begitu, tinggi. Yang pasti, masyarakat lebih memilih yang sesuai kantong, kata May Wijayanto. Material untuk membuat mesin diesel memang berbeda dengan mesin bensin. Sebab kompresi mesin diesel jauh lebih tinggi dari mesin bensin dan karenanya dibutuhkan material yang lebih berkualitas. Karena itu harga mesin diesel pun lebih mahal.

Selain itu tenaga besar yang dihasilkan mesin diesel juga mubazir jika hanya digunakan untuk sepeda motor harian. Terlalu besar kapasitas torsinya. Sepeda motor dibutuhkan tenaga, bukan torsi, ungkap pria yang sudah 17 tahun bergelut dengan dunia otomotif ini.

2. Komponen mesin diesel jauh lebih ribet dan biaya produksi lebih mahal

Karena komponen mesin diesel cukup kompleks dan lebih rumit dibandingkan mesin bensin, maka ongkos produksinya juga lebih tinggi. Akibatnya harga motor bermesin diesel pun jadi lebih mahal dibandingkan motor bermesin bensin. Jadi bisa dibilang tidak ada lagi yang pakai motor bermesin diesel, tambahnya.

3. Mesin diesel hanya digunakan untuk motor besar

Dia menambahkan, mesin bertorsi tinggi memang punya kekuatan mesin untuk mengangkut beban. Jadi motor bermesin diesel kurang tepat untuk kendaraan yang cukup mengangkat beban pengendara dan satu penumpang. Kalaupun punya torsi besar, motor itu memiliki silinder besar dan lebih dari satu di dalam mesinnya. Jadi memakan ruang dan pasti motor jadi berukuran besar, tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar